Petani Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sungai Ciwulan

    Petani Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sungai Ciwulan

    TASIKMALAYA - Tangis pilu menyelimuti Kampung Borosole, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, menyusul kabar duka hilangnya salah satu warganya, Ahmad Bin Sam’un (54). Petani yang dikenal dengan kesederhanaannya ini dilaporkan menghilang pada Minggu, 12 April 2026, saat tengah asyik mencari nafkah di Sungai Ciwulan. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan tetangga yang mengenalnya.

    Kapolsek Cikalong, AKP Maman Suherman, mengungkapkan kronologi awal yang menyayat hati. Korban pamit kepada keluarganya untuk mencari ikan menggunakan jala tebar di Sungai Ciwulan. “Korban pergi ke sungai bersama anaknya untuk mencari ikan. Namun anak korban pulang lebih dahulu, sedangkan korban tidak kunjung kembali hingga sore hari. Di lokasi hanya ditemukan sepeda motor dan sandal milik korban, ” ujar Kapolsek.

    Perasaan cemas dan panik mulai merayapi keluarga dan warga setempat. Begitu mengetahui Ahmad tak kunjung pulang, upaya pencarian besar-besaran langsung digalang sejak malam hari. Namun, kegelapan malam, guyuran hujan deras, serta ancaman banjir bandang memaksa tim pencari menghentikan sementara operasinya pada pukul 22.00 WIB, menyisakan kekhawatiran yang semakin membuncah.

    Fajar menyingsing pada Senin pagi, 13 April 2026, membawa kembali harapan. Sekitar pukul 05.30 WIB, warga kembali melanjutkan pencarian dengan segenap tenaga. Mereka turun ke sungai, menyisir aliran air menggunakan rakit bambu darurat, dan tak gentar melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai menyimpan jejak Ahmad.

    Sekitar pukul 09.40 WIB, upaya heroik itu membuahkan hasil yang memilukan. Jasad Ahmad Bin Sam’un akhirnya ditemukan di dasar sungai, tak jauh dari tepi, pada kedalaman sekitar 3 meter. Jala tebar yang menjadi saksi bisu aktivitas terakhirnya masih terikat erat di pergelangan tangannya. Ia ditemukan dalam posisi telungkup, sebagian tubuhnya terbenam dalam pasir dan lumpur sungai.

    “Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Cikalong. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi, ” tambah Kapolsek.

    Dalam penanganan kejadian ini, jajaran Polsek Cikalong telah sigap melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta berkoordinasi erat dengan warga dan Sat Polairud Polres Tasikmalaya. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di lingkungan sungai, terutama di tengah perubahan cuaca yang tak menentu dan potensi peningkatan debit air.

    berita tasikmalaya kecelakaan sungai berita duka keselamatan sungai berita lokal laporan polisi
    Tasikmalaya.

    Tasikmalaya.

    Artikel Sebelumnya

    Wujudkan Bakti Polri, Kapolres Tasikmalaya...

    Artikel Berikutnya

    Bripka Yosep Supratman Pererat Silaturahmi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Aiptu Undang Supriatna Laksanakan Sambang dan Sosialisasi Yanduan Propam Polri di Wilayah Hukum Polsek Sukaraja
    Aiptu Ana Nurdiana Sambang Warga di wilayah Desa Karyabakti
    Brigadir Deri arwana Laksanakan Sambang dan memberikan himbauan kamtibmas kepada warga Desa Pasirsalam
    Sambang Bhabinkamtibmas ke PKBM Al Amin, Pererat Sinergitas dan Sampaikan Pesan Kamtibmas
    Brigadir Asep Mulyana Laksanakan Sambang dan Himbauan Kamtibmas di Desa Bantarkalong

    Ikuti Kami